Silabus Matematika Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013

Silabus Matematika Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013 – Setiap Tahun Ajaran Baru di SD banyak sekali ditemui problem di pelajaran Matematika Pemula. Utamanya pendidikan Matematika. Matematika Kelas 1 SD yaitu pembelajaran Matematika yang sangat fundamental bagi anak yang baru masuk Sekolah dasar dari TK. Problemnya yakni tidak banyak contoh soal atau pun rangkuman materi untuk pendidikan Matematika Kelas Satu SD yang mengedepankan logika anak. Apabila mengacu pada pelajaran, KD (Kompetensi Dasar), dan RPP Matematika jenjang 1 Sekolah Dasar masih jarang yang mengedepankan ketelitian. Baik untuk materi pejumlahan dan pengurangan, dengan gambar maupun tidak, membandingkan berat benda di semester 2, dan semester 2 tema 5. Belum lagi problem bangun datar, belum ada yang mngedepankan nalar murid dalam Matematika Kelas Satu SD, baik di Kurikulum 2013 Revisi 2018 (K13), maupun di KTSP berbentuk PDF File atau berbentuk buku lainnya. Di Penerbit Erlangga pun jarang atau bahkan tidak ada ditemukan metodologi Matematika Kelas Satu SD yang mengedepankan nalar. Mencari contoh soalnya saja sulit, apalagi mencari kunci jawaban pelajarannya.

Silabus Matematika Kelas 1 SD Matematika Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013

Beberapa Hal yang Perlu Diwaspadai dalam Silabus Matematika Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013

Dari bermacam persoalan yang sudah disebutkan di atas, hal khususnya yang perlu Anda kenal ialah Matematika Kelas 1 Sd Kurikulum 2013 tak lantas belajar berhitung. Anda seharusnya memahami bahwa pelajaran Matematika di Kelas 1 Sekolah Dasar terdiri dari dua bagian utama yang seharusnya diperhatikan.

Yang pertama merupakan Matematika Non Baku. Dalam Matematika Non Baku ajarkan bagaimana anak dapat mengerti bahwa Matematika tak semestinya senantiasa menghitung. Membandingi bobot 2 benda ialah termasuk pelajaran Matematika Kelas Satu Sekolah Dasar. Meski siswa belum belajar angka, tetapi murid akan memahami bawa benda yang satu lebih berat dari benda yang satu lagi.

Begitu juga dengan benda yang kecil dan benda yang besar diperbandingkan, meskipun belum belajar pengukuran, murid akan mempelajari bahwa ada dua benda yang berbeda ukurannya. Yang satu berukuran kecil dan benda lainnya berukuran besar.

Belum lagi belajar seputar tinggi dan rendah, dalam dan dangkal, atau isi sebuah wadah lebih banyak atau lebih sedikit dari yang lainnya. Banyak sekali hal-hal yang perlu diajar di pembelajaran Silabus Matematika Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013 meskipun anak belum belajar bilangan.

Belajar Matematika Non Baku ini perlu fokus yang tinggi buat siswa sebab mereka belum belajar perihal angka dan bilangan. Membandingkan 2 buah atau sebagian benda tanpa mengerti angka dan bilangan sebelumnya ternyata lebih mudah dibandingi seandainya mereka mempelajari bilangan. Ajaklah anak Anda atau murid mempelajari Matematika Non Baku ini sampai benar-benar memahami dan paham maksudnya.

Apabila sudah mempelajari Matematika Non Baku, barulah masuk ke komponen Matematika Baku. Di Semester Dua umumnya Matematika Baku ini lebih mendominasi dibandingkan Matematika Non Baku. Buku Matematika malah lebih banyak yang mempelajari Matematika Baku dibandingkan Matematika Non Baku. Ini tentu menjadi problem nalar murid dikemudian hari seandainya siswa atau anak Anda belum usai mempelajari Matematika Non Baku.

Belajar angka saja tanpa mempelajari Matematika Non Baku, akan menghasilkan murid atau anak Anda belajar Matematika tanpa pola dan logika. Namun, belajar Matematika Non Baku saja tanpa memahami proses perhitungan di Matematika Baku, akan menciptakan murid atau anak Anda tak dapat mengitung menerapkan nalarnya selain menghafal saja. Ingat, Matematika merupakan progres belajar Nalar serta progres meningkatkan skill berhitung.

Jalan Keluar Agar Supaya Murid Mau Belajar Silabus Matematika Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum 2013

Namun sepatutnya diingat, memahami Matematika Baku yang berhubungan dengan angka konsisten mesti merujuk kepada nalar dan akal. Sehingga Matematika Kelas 1 SD dapat menjadi pembelajaran yang hidup dan menggembirakan pembelajarnya di tahapan pendidikan berikutnya.

Kurikulum 2013 yang umum disebut K13 atau Kur13 kurang memberikan peluang kepada siswa di kelas 1 Sekolah Dasar untuk membenahi akal dan logikanya. Tentu hal ini dikarenakan materi atau buku Matematika Kelas 1 SD belum banyak yang mengarah kepada logika, kecuali materi dan contoh soal Matematika Kelas 1 SD hanya mengandalkan supaya murid dapat segera menjawab tanpa seharusnya memahami logika atau nalar berpikirnya.

Nah, dalam pengajaran Matematika Kelas 1 SD yang aku kembangkan ini belajar bilangan menjadi lebih mudah dipahami jikalau kita mengajari kepada siswa-siswi kelas 1 SD atau kelas 2 Sekolah Dasar memakai alur yang berlogika.

Seumpama seperti ini. Berapakah 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 dijumlahkan seluruhnya. Anak yang belum terbiasa menerapkan logikanya akan melaksanakan pelaksanaan berhitung dengan metode menjumlahkan berurutan 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10. Namun bagi anak yang sudah terbiasa dilatih nalarnya, ia akan mencari sistem paling mudah untuk menjawabnya. Yaitu dengan sistem 1+9+2+8+3+7+4+6+5+10. Singkatnya penjumlahan hal yang demikian menjadi 10+10+10+10+5+10, kesudahannya lebih mudah dijawab, bukan?

Di materi Matematika Kelas 1 SD yang aku kembangkan ini murid yang baru masuk di kelas 1 SD diajak untuk mengerti Empat Prinsip Utama, yaitu:

  • Materi tentang Jumlah
  • Kerabat Angka Sepuluh
  • Jumlah 11-20
  • dan Lompatan Angka dan Bilangan.

Keempat Prinsip Utama itu diajar sampai siswa memahaminya. Kalau 4 Prinsip Dasar ini sudah dipahami dan dimengerti, karenanya berikutnya murid atau anak Anda dapat menjawab Penjumlahan dan Pengurangan berapa pun besarnya angka dan bilangan yang mereka hadapi.

Jadi, ajarkan murid di kelas 1 SD dan kelas 2 SD pelajaran Matematika Ajaib yang saya kembangkan ini. Dalam jangka waktu tak lama insyaa Allah siswa-siswi dapat mengusai teknik berhitung ini. Teknik berhitung di Matematika Ajaib tidak mengutamakan kecepatan, tapi mengutamakan ketelitian.

Jika murid telah teliti dalam melaksanakan progres berhitung, maka dengan sendirinya mereka akan cepat menjalankan perhitungan sekiranya dilatih berkesinambungan. Malahan, murid kelas 1 SD telah dapat melaksanakan proses hitung Perkalian dan Pembagian jika dilatih terus-menerus memakai metode dan pelajaran Matematika Ajaib ini.

Tunggu apa lagi? Cara Matematika Ajaib ini disusun untuk mempermudah murid kelas 1 SD atau kelas 2 SD menguasai Matematika Dasar untuk dimaksimalkan menjadi skill yang memadai di kelas-kelas atau tahapan pendidikan berikutnya.

Semakin dini Anda mengajari akal berhitung Matematika Ajaib ini kepada anak Anda, maka kian siap mental Matematika siswa dalam menjawab soal. Lupakan sebentar Kurikulum 2013. Apakah itu Kurikulum 2013 Revisi 2018 maupun 2019. Lupakan sebentar. Ajarkan metode Matematika Ajaib ini dengan fokus tinggi dan konsisten.

Bagi siswa-siswi kelas 1 SD, insyaa Allah dalam waktu 1 semester telah dapat Penjumlahan dan Pengurangan, serta Perkalian dan Pembagian. Untuk siswa-siswi kelas 2 SD bisa lebih cepat lagi. Perkalian dan Pembagian telah disajikan di kelas 2 SD. Oleh sebab itu, mempelajari metode mudah dan teliti Perkalian dan Pembagian di kelas 2 SD menjadi lebih bernalar bila murid telah kenal metode atau materi ini sejak kelas 1 SD.

Ikuti uraian lengkap apa dan bagaimana Matematika Ajaib itu dengan cara kunjungi situs kami.