KD Matematika Kelas 1 SD Kurikulum 2013

KD Matematika Kelas 1 SD Kurikulum 2013 – Setiap Tahun Pelajaran Baru di SD sangat banyak ditemui masalah dalam pelajaran Matematika Pemula. Terutama pendidikan Matematika. Matematika Kelas Satu Sekolah Dasar ialah pembelajaran Matematika yang paling mendasar bagi siswa yang baru masuk SD dari TK. Problemnya yakni belum banyak materi pelajaran atau pun rangkuman materi untuk pelajaran Matematika Kelas Satu SD yang mengedepankan logika murid. Jika merujuk pada pelajaran, KD (Kompetensi Dasar), dan RPP Matematika jenjang 1 Sekolah Dasar masih jarang yang mengutamakan ketelitian. Baik untuk materi pejumlahan dan pengurangan, bergambar maupun tidak, nilai tempat, dan tema 6. Belum lagi masalah bangun datar, jarang ditemui yang mengutamakan nalar murid dalam Matematika Kelas 1 SD, baik di Kurikulum 2013 Revisi 2019 (K13), maupun di KTSP berformat PDF atau bentuk buku lainnya. Di Penerbit Erlangga pun sulit ditemukan atau bahkan tidak ada ditemukan metode Matematika Kelas 1 SD yang mengutamakan nalar. Mencari contoh soalnya saja repot, apalagi mencari kunci jawaban pelajarannya.

KD Matematika Kelas 1 SD Matematika Kelas 1 SD Kurikulum 2013

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam KD Matematika Kelas 1 SD Kurikulum 2013

Dari beraneka problem yang sudah diceritakan di atas, hal terutama yang perlu Anda ketahui yaitu Matematika Kelas 1 Sd Kurikulum 2013 tidak langsung belajar berhitung. Anda mesti memahami bahwa pelajaran Matematika di Kelas Satu Sekolah Dasar terdiri dari dua komponen utama yang wajib dipandang.

Yang pertama ialah Matematika Non Baku. Dalam Matematika Non Baku ajarkan bagaimana anak dapat mengerti bahwa Matematika tak wajib senantiasa menghitung. Membandingi bobot dua benda ialah termasuk pembelajaran Matematika Kelas 1 Sekolah Dasar. Walaupun murid belum belajar angka dan bilangan, tapi murid akan mempelajari bawa benda yang satu lebih berat dari benda yang satu lagi.

Demikian juga dengan benda yang kecil dan benda yang besar dibandingi, meskipun belum belajar pengukuran, siswa akan mengerti bahwa ada 2 benda yang berlainan ukurannya. Yang satu berukuran kecil dan yang lainnya berukuran besar.

Belum lagi belajar perihal tinggi dan rendah, dalam dan dangkal, atau isi sebuah wadah lebih banyak atau lebih sedikit dari yang lainnya. Banyak sekali hal-hal yang perlu diajar di pelajaran KD Matematika Kelas 1 SD Kurikulum 2013 meskipun siswa belum mempelajari angka dan bilangan.

Belajar Matematika Non Baku ini perlu fokus yang tinggi bagi murid sebab mereka belum belajar perihal angka dan bilangan. Membandingkan dua benda atau beberapa benda tanpa memahami bilangan sebelumnya rupanya lebih gampang dibandingkan jika mereka mempelajari bilangan. Ajaklah murid atau murid mempelajari Matematika Non Baku ini sampai benar-benar memahami dan mengerti maksudnya.

Jikalau sudah mempelajari Matematika Non Baku, barulah masuk ke komponen Matematika Baku. Di Semester Dua biasanya Matematika Baku ini lebih mendominasi dibandingi Matematika Non Baku. Buku Matematika malahan lebih banyak yang mempelajari Matematika Baku dibandingkan Matematika Non Baku. Ini tentu menjadi masalah akal murid dikemudian hari jikalau murid atau anak Anda belum selesai mempelajari Matematika Non Baku.

Belajar angka saja tanpa mempelajari Matematika Non Baku, akan mewujudkan siswa atau anak Anda belajar Matematika tanpa pola dan nalar. Tetapi, belajar Matematika Non Baku saja tanpa memahami pelaksanaan perhitungan di Matematika Baku, akan menjadikan murid atau anak Anda tidak bisa mengitung menerapkan nalarnya selain menghafal saja. Ingat, Matematika yakni cara kerja belajar Akal serta proses meningkatkan skill berhitung.

Solusi Supaya Anak Anda Mau Belajar KD Matematika Kelas 1 SD Kurikulum 2013

Tapi sepatutnya diingat, memahami Matematika Baku yang berkaitan dengan bilangan konsisten seharusnya merujuk terhadap logika dan akal. Sehingga Matematika Kelas Satu SD dapat menjadi pembelajaran yang hidup dan menggembirakan pembelajarnya di tingkatan pengajaran selanjutnya.

Kurikulum 2013 yang umum disebut K13 atau Kur13 kurang memberikan kans kepada murid di kelas 1 Sekolah Dasar untuk merapikan akal dan logikanya. Tentu hal ini disebabkan materi atau buku Matematika Kelas Satu Sekolah Dasar belum banyak yang mengarah kepada logika, kecuali materi dan contoh soal Matematika Kelas 1 SD hanya mengandalkan agar murid dapat langsung menjawab tanpa sepatutnya memahami nalar atau logika berpikirnya.

Nah, dalam pengajaran Matematika Kelas 1 SD yang saya kembangkan ini belajar angka menjadi lebih mudah dimengerti sekiranya kita mengajari terhadap murid-murid kelas 1 SD atau kelas Dua Sekolah Dasar menggunakan alur yang bernalar.

Misalnya seperti ini. Berapakah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dijumlahkan seluruhnya. murid yang belum terbiasa memakai nalarnya akan melaksanakan progres berhitung dengan sistem menjumlahkan satu per satu 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10. Namun bagi murid yang telah terbiasa dilatih nalarnya, dia akan mencari metode paling gampang untuk menjawabnya. Yakni dengan cara 1+9+2+8+3+7+4+6+5+10. Sederhananya penjumlahan tersebut menjadi 10+10+10+10+5+10, akibatnya lebih gampang dijawab, bukan?

Di materi Matematika Kelas 1 SD yang saya kembangkan ini murid yang baru masuk di kelas 1 SD diajak untuk mengerti 4 Prinsip Utama, yaitu:

  • Teori mengenai Jumlah
  • Sahabat Angka 10
  • Jumlah 11-20
  • dan Lompatan Bilangan.

Keempat Prinsip Utama itu diajari hingga siswa mengerti. Seandainya 4 Prinsip Dasar ini telah dipahami dan dimengerti, maka berikutnya murid atau siswa-siswi dapat menjawab Penjumlahan dan Pengurangan berapa pun besarnya bilangan yang mereka hadapi.

Jadi, ajarkan siswa di kelas 1 SD dan kelas Dua SD pelajaran Matematika Ajaib yang saya kembangkan ini. Dalam jangka waktu tidak lama insyaa Allah siswa-siswi dapat mengusai teknik berhitung ini. Teknik berhitung di Matematika Ajaib tidak mengutamakan kecepatan, tapi mengandalkan ketelitian.

Kalau murid sudah teliti dalam menjalankan progres berhitung, maka dengan sendirinya mereka akan mahir melakukan perhitungan bila dilatih berkesinambungan. Malah, murid kelas 1 SD sudah dapat mengerjakan cara kerja hitung Perkalian dan Pembagian seandainya dilatih terus-menerus menggunakan sistem dan materi Matematika Ajaib ini.

Apa yang ditunggu? Sistem Matematika Ajaib ini dirancang untuk mempermudah anak kelas 1 SD atau kelas 2 SD memahami Matematika Dasar untuk dikembangkan menjadi skill yang handal di kelas-kelas atau tingkatan pendidikan berikutnya.

Kian cepat Anda mengajari nalar berhitung Matematika Ajaib ini kepada siswa, karenanya kian siap mental Matematika murid dalam menjawab soal. Lupakan sebentar Kurikulum 2013. Baik Kurikulum 2013 Revisi 2018 ataupun 2019. Lupakan sejenak. Ajarkan metode Matematika Ajaib ini dengan konsentrasi tinggi dan istiqomah.

Bagi Siswa kelas 1 SD, insyaa Allah dalam waktu 1 semester sudah dapat Penjumlahan dan Pengurangan, serta Perkalian dan Pembagian. Untuk siswa-siswi kelas 2 SD bisa lebih cepat lagi. Perkalian dan Pembagian telah dipersembahkan di kelas 2 SD. Oleh karena itu, mempelajari metode mudah dan teliti Perkalian dan Pembagian di kelas 2 SD menjadi lebih bernalar jika murid sudah kenal sistem atau pelajaran ini semenjak kelas 1 SD.

Ikuti penjelasan lengkap apa dan bagaimana Matematika Ajaib itu dengan cara klik Matematika Ajaib.